Sabtu, 09 April 2016

DIGNITY DOSEN

Oleh : Laksmi Widajanti (Dosen Tetap Departemen Ilmu Gizi Fkm UNDIP, Email ; laksmiwidajanti@gmail.com)

Menurut cambridge.org, DIGNITY adalah the ​importance and ​value that a ​person has, that makes other people respect them or makes them ​respect themselves.  (http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/dignity; 4 April 2016). Dignity Dosen adalah bagaimana seorang dosen memiliki harga diri dan kebanggaan untuk bersikap, berperan sebagai orang yang melakukan perubahan dari diri sendiri kepada orang lain dan lingkungan sehingga diri sendiri, orang lain, masyarakat, dan lingkungan memiliki kebanggaan yang sama.
            Pembahasan tentang dignity dosen tentu tidak terlepas dari bagaimana proses awal pembentukan seorang dosen untuk mencapai standar-standar kedosenan tertentu. Semua berawal dari niat untuk menjadi dosen.  Tentu akan sulit bagi seseorang untuk melamar pekerjaan menjadi dosen bila tidak dimulai dari niat dan tekad untuk menjadi dosen; mengingat begitu banyak rangkaian tes yang harus diikuti untuk seleksi dan dinyatakan lolos dan pada akhirnya pemberkasan untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Setelah melewati masa “percobaan” dan “penilaian” pada minimal satu tahun dan pada waktu yang ditetapkan oleh Pemerintah RI barulah seorang CPNS Dosen diperkenankan mengikuti Prajabatan.  Dan bila lulus serangkaian tes, seorang CPNS baru dapat diangkat menjadi PNS Dosen. Di PTS pun juga ada serangkaian tes dan penilaian yang dilakukan sebelum seseorang diangkat menjadi Dosen sementara (‘Kontrak”) dan pada akhirnya menjadi Dosen tetap di PTS.  
            Dosen sebagai pendidik memiliki jiwa dan semangat yang bersandarkan kepada ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa (YME).  Karena dengan mendidik dan membelajarkan mahasiswa menjadi manusia seutuhnya akan menjadi amal bakti dosen dan mahasiswa saat ini dan ke depan.  Agama Islam bahkan memberikan penghargaan kepada seseorang guru dan dosen sebagai amal jariyah, artinya amal yang tidak terputus meskipun sang guru dan dosen sudah meninggal; ilmu-ilmu yang pernah diajarkan ditumbuh-kembangkan oleh para mahasiswa-nya, sehingga menjadikan amalan ilmunya terus menerus mengalir kepada amalan diri dosennya.  Badan boleh berkalang tanah namun amalan tetap mengalir sebagai amalan yang tidak terputus.
Adalah sebuah “kenaifan” apabila menjadi dosen bukan sesuatu tujuan.  Karena bekerja tanpa niat yang baik dan lurus disertai motivasi untuk membelajarkan diri dosen dan mahasiswa pastinya akan tidak mudah (sulit) untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kesadaran dan penghargaan dosen tentu dimulai dari kebiasaan rutin serta semangat kewirausahaan sang dosen untuk menyelenggarakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.      Kewirausahaan artinya selalu bergerak maju menciptakan peluang dan temuan-temuan baru; dari tiada menjadi ada yang berguna dan berkembang bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, lingkungan dalam lindungan Allah SWT.
Sejak diangkat menjadi PNS Dosen, dosen berkewajiban menjalankan Tri Dharma PT sesuai Pedoman Penilaian Angka Kredit (PAK) dan termasuk pengisian Beban Kerja Dosen (BKD) secara rutin tiap semester dengan Perencanaan dilakukan tiap awal tahun pada Semester berjalan. Oleh karena itu Panduan hardcopy dan softfile PAK dan BKD ini sering-sering dibaca, dipelajari, dan dikerjakan serta dievaluasi untuk menggali kreativitas kegiatan yang akan dijalankan dalam satu tahun ke depan serta lebih baik lagi di tahun ke depannya.
            Panduan dan Pengisian kegiatan Tri Dharma PT dengan bantuan fasilitasi dari teman sejawat dan khususnya bagi yang sudah lebih duluan menduduki jabatan fungsional mandiri (Lektor, Lektor Kepala, Guru Besar) dengan prinsip “COOPERATIVE LEARNING AND WORK” sangat memungkinkan perubahan yang secara sistemis dan mendasar bagi diri dosen dan Peer dosen dalam bidang keilmuan dan rumpun ilmu untuk maju berkembang dengan baik.  Suasana dan kerjasama akademis yang baik akan terjadi bilamana dosen yang lebih duluan maju serta tersertifikasi mampu memberikan acuan, akses-akses informasi dan nasehat, serta fasilitasi keilmuan, umpan balik, dan manajemen secara langsung dan tidak langsung melalui “milis” yang dibuat untuk dan antar komunikasi dosen di level fakultas.  Seiring dengan berjalan-nya waktu maka akan terbentuk “KNOWLEDGE MANAJEMEN” yang efektif dan efisien.  Tidak lagi berbicara solusi permasalahan untuk saya, anda, namun lebih berbicara kita untuk maju dan mencapai tujuan jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang institusi pendidikan secara egaliter yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
            Kesempatan bertumbuh-kembang dignity bagi dosen-termasuk mahasiswa; generasi muda, untuk berlatih tampil dengan pendampingan pada level jurusan/departemen kemudian meningkat pada level fakultas dan universitas memudahkan dosen untuk mencoba level yang lebih tinggi di level nasional dan internasional.  Kebanggaan dan harga diri dosen akan muncul dan terus menerus berkembang serta kreatif ketika segala daya upaya kinerja produktivitas dan kreativitasnya dalam hal Tri Dharma PT diakui pada level jurusan/departemen, fakultas, universitas, antar fakultas, antar universitas hingga level nasional, internasional.
            Bentuk-bentuk pengakuan produktivitas dan kreativitas untuk dosen dari berbagai kegiatan Tri Dharma PT dapat berupa dan dimulai dari Surat undangan sebagai Pembicara, Narasumber, Moderator, Fasilitator, Panitia serta pemberian Sertifikat, Surat Tugas, Surat Keputusan dari minimal Dekan fakultas atau Rektor universitas bila berada dalam lingkungan universitas, bahkan level Kementerian RI dan Presiden RI.  Syukur-syukur dan diharapkan mendapatkan pengakuan secara internasional. Hal-hal ini menunjukkan “DIGNITY” sang dosen.
            Kita jarang memberikan ucapan selamat kepada rekan dosen yang memiliki “DIGNITY” bahkan terkadang lebih sering “mempersoalkan” hasil produktivitas dan kreativitas dosen dalam Tri Dharma PT. Hal-hal kecil yang baik namun bila diterapkan secara konsisten dan terus menerus dan meluas akan menghasilkan “magnitude” pemecahan persoalan kependidikan di level sarjana yang lebih baik, efektif, efisien.
Rasanya belum terlambat untuk memulai memberikan ucapan selamat dan menyemangati kepada diri sendiri sebagai dosen, dan juga kepada kolega dosen atas segala pencapaian apapun yang baik dan bermanfaat dalam bidang Tri Dharma PT dimanapun berada dari Sabang sampai Meurauke.  “DIGNITY” Dosen diciptakan dan dikerjakan sepanjang masa.

Agenda ke Depan