Selasa, 21 Januari 2014

Proses Pembentukan Forum Dosen Indonesia 2


Doeloe sekali, GDI itu anggotanya hanya ratusan dosen. GDI di-create oleh pak Djoko Luknanto (FT UGM), which I would rather call him…mas Jack La Motta (Sky Walker). Itu nama maya yang sudah saya kenal doeloe sekali ketika beliau ambil S3 di Amrik (saya mengenalnya lewat grup diskusi mailing list islam@isnet.org). Ini mailinglit mahasiswa Indonesia yang sedang tugas belajar di LN (yang belakangan juga melibatkan dosen-dosen di dalam negeri).

Selain mas Jack, ada pak Sukanto Tedjokusuma dan pak Komang Merthayasa…yang menjadi co-founder GDI. Beliau-beliau inI dosen senior yang sudah lama menjadi reviewer DPT (blockgrant yang didanai DIKTI). 

Seiring dengan berjalannya waktu, keanggotan GDI terus membengkak (dari beberapa ratus menjadi ribuan-mendekati sepuluh ribu-melebihi sepuluh ribu). Diantara anggota GDI ada yang punya ide untuk kopi darat…kopdar pertama terjadi di Surabaya, yang difasilitasi oleh pak Sukanto Tedjokusuma. Dari pertemuan ini mulai ada ikatan batin diantara anggota GDI. Secara mandiri, beberapa anggota GDI mengadakan kopdar ketika salah satu anggota berkunjung ke kota lain.

Dari pertemuan-pertemuan seperti itu, muncul gagasan untuk membentuk suatu organisasi massa yang anggotanya para dosen. Namun demikian, organisasi itu harus berbeda dengan GDI, karena menurut foundernya…GDI tidak akan dijadikan organisasi secara resmi…tapi cukup untuk ajang bertukar pikiran secara maya…lebih detail tentang tujuan pembentukan GDI dapat dilihat di ‘about’ tentang GDI.

Merespon informasi yang dirilis oleh founder GDI, beberapa kawan penggiat GDI mengadakan temu darat di Bandung untuk membuat persiapan pendirian sebuah organisasi massa yang dapat menanungi para dosen. Dalam pertemuan itu, sempat diundang ‘sesepuh’ dosen dari ITB (bu Mega), yang sudah lama malang melintang di DIKTI. 

Kristalisasi dari pertemuan Surabaya-Bandung (Bandung Satu)…maka disiapkanlah sebuah draft akta pendirian sebuah organisasi massa yang dapat menaungi para dosen. 

Ketika draft akta pendirian mulai mengkristal…keluarlah regulasi baru yang memberikan remunerasi kepada PNS (kecuali dosen dan guru di lingkungan Kemendibud). Sebagian penandatangan petisi adalah mereka yang juga menggagas pendirian FDI.

Ketika sebagian teman di GDI menggalang petisi, sebagian yang lain tengah sibuk mempersiapkan penandatanganan akta pendirian oleh notaris di Bandung (Bandung Dua)…dan berdirilah ormas dosen dengan nama Forum Dosen Indonesia (disingkat FDI)

Agar FDI dapat didaftarkan secara resmi di Kementrian Hukum dan HAM, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu…FDI memiliki cabang di sekian propinsi. Karena itulah muncul cabang-cabang FDI di beberapa propinsi.

Bengkulu, 21 Januari 2014

Agenda ke Depan