Forum Dosen Indonesia

Merupakan organisasi yang didirikan tanggal 24 Agustus 2013, bersifat independen yang tidak terikat langsung dengan institusi anggotanya dan berbasis teknologi informasi. Didirikan dengan maksud melakukan advokasi untuk tujuan pengembangan kualitas dosen dan pendidikan tinggi Indonesia.

Forum Dosen Indonesia di Internet

1) Kuning / Emas : Pendidikan, mencetak generasi emas Indonesia, 2) Biru Langit : Penelitian, seperti langit tanpa batas yg dapat dicapai sebatas kekuatan manusia, 3) Hijau : Pengabdian masyarakat yang lebih bersifat kerelawanan, bekerja demi amal, 4) Merah dan putih : Indonesia.

ORMAS Dosen Indonesia

Berawal dari Grup Dosen Indonesia di Facebook menjadi ORMAS Dosen

Senin, 20 Januari 2020

Mengenal Ketua FDI Papua Barat Ismail Suardi Wekke

Ismail Suardi Wekke, Ph.D

Ismail Suardi Wekke, dilahirkan di Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada tanggal 10 Januari 1977. 
Menghabiskan masa kanak-kanak di Camba sampai menamatkan pendidikan di Sekolah Dasar Inpres No. 4 Tobonggae di Balle, Camba, tahun 1989.

Selanjutnya secara bersamaan ia menyelesaikan pendidikan Madrasah Tsanawiyah Pesantren IMMIM dan Sekolah Menengah Pertama Pesantren IMMIM, 1992. Ia juga menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas Pesantren IMMIM dalam jurusan Ilmu Pendidikan Sosial yang ketika itu diistilahkan A3.

Ketika di pesantren, Ismail aktif dalam berbagai kegiatan yang mengasah berbagai potensinya. Antara lain ia pernah aktif di konsulat santri Maros, ISTAMAR (Ikatan Santri Asal Maros), dan mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Pengembangan Bahasa Ikatan Santri Pesantren Modern (1994-1995). 

Sebagai pengurus ISPM (OSIS), ia sukses melaksanakan Lomba Keterampilan Berbahasa Inggris dan Arab se-Sulawesi Selatan. Sementara di Pramuka ia pernah diamanahkan sebagai Ketua Departemen Penerangan (1994-1995).

Pendidikan Tinggi

Ismail menyelesaikan pendidikan tinggi berturut-turut di Institut Agama Islam Negeri Alauddin Ujung Pandang 1999, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malang 2002, dan terakhir di Universiti Kebangsaan Malaysia 2009. Semuanya dalam jurusan Pendidikan Bahasa Arab. 

Musim Panas 2002 mendapatkan kesempatan dalam Internship International Program di Western Carolina University dalam jurusan pendidikan bahasa dengan sponsor APEX USA dan Pemerintah Kabupaten Maros yang saat itu dijabat oleh H. Andi Najamuddin. 

Pendidikan magister di STAIN Malang diselesaikan dengan dukungan beasiswa Budaya dan Masyarakat dari Ford Foundation yang dikelola International Education Foundation. Sementara pendidikan doktor ia selesaikan dengan beasiswa dari Ford Foundation International Fellowship Program yang dikelola International Education Foundation.

Ketika mahasiswa bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Tarbiyah IAIN Alauddin dan diamanahkan sebagai Sekretaris Umum. Selanjutnya di Koordinator Komisariat IAIN Alauddin mengemban amanah sebagai Bendahara Umum, di Cabang Ujung Pandang sebagai Departemen Administrasi dan Kesekretariatan, dan terakhir sebagai Wakil Bendahara Umum. 

Adapun pada tingkatan Pengurus Besar HMI diamanahkan sebagai Departemen Hubungan Internasional (2003-2005) di masa kepemimpinan Hasanuddin, dan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal bidang Hubungan Internasional (2006-2008) di bawah kepemimpinan Fajar R. Zulkarnain hasil Kongres Himpunan Mahasiswa Islam di Makassar (2006).

Dalam organisasi intra kampus, Ismail Wekke terpilih sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (1997-1998) dan Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah (1998-1999). Begitu juga di Koperasi Mahasiswa Alauddin ia pernah diamanahkan sebagai Sekretaris Umum (1998-2000), walau harus berhenti di tahun 1999 karena sudah menyelesaikan pendidikan sarjana di tahun tersebut. 

Sepanjang perkuliahan di jenjang sarjana menerima beasiswa antara lain Beasiswa Supersemar, Beasiswa AMCHAM Indonesia, Beasiswa Kerja Departemen Agama, dan Beasiswa ORBIT ICMI.

Karier Akademik

Karir sebagai dosen diawali di Universitas Indonesia Timur 2002-2004. Selain itu, ia juga mengajar di Akademi Pariwisata Fajar 2003-2004. Setelah menyelesaikan pendidikan doktor, Ismail kembali ke Universitas Fajar sampai tahun 2010. Pada 2009-2010, ia mengajar dengan status dosen luar biasa di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin; dan Fakultas Sains dan Teknologi dan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. 

Setelah itu, ia berstatus sebagai dosen kontrak di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sorong sampai Desember 2010. Mulai Januari 2011, Ismail diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama RI dan ditempatkan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sorong.

Sejak berada di Kota Sorong, Ismail juga mengabdikan ilmunya di Universitas Muhammadiyah Sorong (2010-2014), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Sorong (2011-sekarang), dan Universitas Victori (2012-2014). Ia juga menjadi dosen tamu di pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau (2015-sekarang), Institut Agama Islam Negeri Kendari (2016-sekarang), Institut Agama Islam Negeri Kendari (2016-sekarang), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri (2017-sekarang).

Ketika memulai status sebagai dosen kontrak di STAIN Sorong, Ismail diamanahkan sebagai Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan juga Kepala Pusat Bahasa sampai 2012. Saat itu, ia hanya mengemban tugas sebagai Kepala Pusat Penjaminan Mutu sampai 2017. Pada Februari 2017, ia dilantik sebagai kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data STAIN Sorong. 

Dalam kapasitas sebagai Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Ismail turut bergabung dalam tim pembukaan program studi baik tingkat strata satu maupun strata dua. Saat pembentukan tim pembukaan strata dua diamanahkan sebagai sekretaris tim sampai diberikan ijin penyelenggaraan program studi. Selanjutnya, diamanahkan sebagai ketua program studi sejak 2015.

Kolaborasi

Ismail Wekke juga mendapatkan amanah sebagai Wakil Ketua Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) untuk periode 2015-2020. Dalam periode tersebut, ia menjalankan program kolaborasi dengan pelbagai pihak, antara lain Kolej Yayasan Pahang dalam kegiatan International Conference on Islamic Higher Education (2016). Dalam kapasitas Wakil Ketua MASIKA ICMI, ia menggagas Akademi Tunas Cendekia Indonesia sekaligus menjabat sebagai direktur.

Untuk pengembangan kompetensi di tingkat wilayah Asia Tenggara, Ismail bergabung dalam ASEAN Comparative Education Research Network (ACER-N) yang bersekretariat di Universiti Kebangsaan Malaysia sejak 2015. Sekaligus turut dalam Scientific Committee ACER-N dalam konferensi ACER-N di Universiti Kebangsaan Malaysia (2015), Universitas Negeri Padang, Indonesia (2016). Turut pula bergabung dalam Indonesia-Malaysia Research Consortium.

Pada November 2016, Ismail turut memprakarsai pendirian Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) yang bertujuan mengembangkan kolaborasi perguruan tinggi di Asia Tenggara. Jaringan tersebut menjadi wadah untuk kerjasama dan sinergi pendidikan tinggi. Secara berkala melaksanakan simposium, konferensi, dan seminar. 

Beberapa diantaranya International Postgraduate Research Conference (Manado, 2016), International Conference on Islam and Local Wisdom (April, 2017), International Symposium on Frontiers of Southeast Asia Studies (Oktober, 2017). Begitu pula menerima amanah sebagai peneliti senior di Malindo Research Center. Ia juga pernah sebagai ketua panitia International Conference on Ethics in Governance (ICONEG) Universitas Muhammadiyah Makassar (2016).

Sementara dalam beberapa konferensi lainnya, ia pernah sebagai Scientific Committeee, antara lain International Student Conference on Islamic Studies (ISCIS) Manado 2016, International Conference on Civic Education, Universitas Negeri Padang (2016), International Conference On Islamic Bussiness Law: Sharia Compliance, Universitas Airlangga, Surabaya (2016).

Ismail Wekke juga pernah mendapatkan kesempatan untuk menjadi dosen tamu di beberapa perguruan tinggi antara lain Far Eastern Federal University, Rusia (2012), Hong Kong University, China (2013), Universida de Macau, China (2014), Linkoping University, Swedia (2015), Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia (Sejak 2015), Kolej Yayasan Pahang, Malaysia (sejak 2015), Fakulti Tamadun Islam Universiti Teknologi Malaysia (2016), dan Dalat University, Vietnam (2017).

Secara rutin, Ismail mempublikasikan tulisannya di berbagai media. Publikasi dalam konferensi, seminar, buku, atau artikel dapat dibaca di http://stainsorong.academia.edu/IsmailWekke  dan http://researchgate.net/profile/Ismail_Wekke. Adapun profil di Google Cendekianya dapat dibaca di http://scholar.google.co.id/citations?user=_OZwmJ8AAAAJ&hl=en.

Karya Tulis

Hingga tahun 2019, Ismail Suardi Wekke telah menulis 13 buku 131 artikel jurnal, dan 103 artikel prosiding. Minat kajian dan risetnya berkaitan dengan bahasa, pendidikan, agama Islam dan kebudayaan.

Buku yang ditulisnya adalah sebagai berikut:

1. Islam, Keindonesiaan, & Postmodernitas: Gagasan Pembaruan Pemikiran Gelombang Kedua Himpunan Mahasiswa Islam (Inteligensia Media, 2017; Muhammad Sabri, Ismail Suardi Wekke & Muh. Ikhsan).

2. Menapak Perguruan Tinggi (Gawe Buku, 2018; Ismail Suardi Wekke, Wahyu Muslimin, Ahmad Kurniawan Razak, Mujahidah Suardi, Ikhsan Sari Kamal, Akbar Hi. Aksan & Muhammad Ishak).

3. Kepemimpinan Transformatif Perguruan Tinggi Islam (Gawe Buku, 2018; Ismail Suardi Wekke & Hafidah Farwa).

4. GAMBARAN DEMOKRASI: Demografi, dan Perkembangan (Gawe Buku, 2018; Suyatno Ladiqi & Ismail Suardi Wekke).

5. Kekeluargaan, Status dan Gender di Sulawesi Selatan (Gawe Buku, 2018; Hendrik Theodorus Chabot, Alih Bahasa: Ismail Suardi Wekke).

6. Strategi Pembelajaran di Abad Digital (Gawe Buku, 2018; H. Mulyono & Ismail Suardi Wekke).

7. Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Multikultural (Gawe Buku, 2017; Ismail Suardi Wekke).

8. Religion, State and Society: Exploration of Southeast Asia (Political Science Program Department of Politics and Civics Education Universitas Negeri Semarang, 2017; editors: Suyatno Ladiqi, Ismail Suardi Wekke, Cahyo Seftyono).

9. Islam and Local Wisdom: Religious Expression in Southeast Asia (Deepublish, 2017; Supriyanto, Muh. Ikhsan, Ismail Suardi & Fahmi Gunawan Alimin).

10. Pancasila Rumah Kita Bersama, Bab Citra Sorong: Gambaran Model Pancasila (Peniti Media, 2014; Ismail Suardi Wekke dkk).

11. 36 Kompasianer Merajut Indonesia, Bab Kota Manado: Inilah Indonesia Sebenarnya (Peniti Media, 2013; Ismail Suardi Wekke dkk).

12. Indonesia Kita Satu, Bab Meneropong Indonesia: Suatu Anugerah Berbangsa Satu (Peniti Media, 2015; Ismail Suardi Wekke dkk).

13. Menuju Indonesia Berkeadilan, Bab Merawat Semangat Mengatasi Keterbatasan (Indonesia Social Justice Network, 2013; Ismail Suardi Wekke dkk).

Ismail juga rutin menerbitkan artikel jurnal. Hingga awal 2020, ia telah menerbitkan artikel jurnal internasional terindeks Scopus sebanyak 60 lebih. [ys]

FDI Gelar Pelatihan Kuliah Daring

Selain tatap muka, perkuliahan di kampus dapat dilakukan lewat internet atau daring (dalam jaringan/online). Menyadari pentingnya perkuliahan daring, maka FDI menggelar "Pelatihan Perkuliahan Daring" pada yang dimulai pada 28 Desember 2019.

"Pelatihan ini sudah brjalan setiap minggu pada pukul 19:30," kata Djadja Sardjana, pakar teknologi pembelajaran yang juga tutor dalam pelatihan tersebut.





Bagi anggota FDI yang berminat sebagai peserta, mereka dapat mengikuti beberapa cara sebagai berikut:

1. Akses https://fdi.kuliahdaring.id/ di browser.

2. Scroll/Geser ke bawah sampai bagian Meeting.

3. Pilih Room "Kuliah Daring Sinkron"

4. Tulis Nama (Gelar Lengkap+Institusi) & Tulis Password: sinkron

5. Tekan Join, kemudian Pilih "Listen Only"

6. Tekan icon "webcam" kemudian "share webcam" (lihat gambar di  bawah) & Selesai

Dari obrolan di forum tersebut memperlihatkan antusiasme dari peserta pelatihan. Bagi rekan-rekan FDI yang berminat bisa mengikuti petunjuk di atas atau menghubungi Dr. Djadja Sardjana. [ys]


Minggu, 19 Januari 2020

Yanti Mulia Roza Raih Doktor dalam Studi Akomodasi Adat dan Agama di Kabupaten Tanah Datar

Dr. Yanti Mulia Roza

Pengurus DPP FDI Bidang Pendidikan dan Pengajaran Yanti Mulia Roza meraih gelar doktor dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan (3/1).

Pengajar IAIN Batusangkar tersebut berhasil mempertahankan disertasinya berjudul "Konflik dan Akomodasi antara Adat dan Agama dengan Pemerintah Sumatera Barat tahun 1999 hingga 2015" dengan studi kasus di Kabupaten Tanah Datar.

Suasana sidang ujian terbuka Yanti Mulia Roza

Yanti yang merupakan Pembina Yayasan Sepakat Maju Insan Kamil, Batusangkar, lulus ujian tersebut setelah menjawab berbagai pertanyaan dari penguji, yaitu Prof. Jamhari, Prof. Azyumardi Azra, Prof. Iin Arifin Mansurnoon, Prof. M. Atho Mudzhar, Prof. Didin Saepudin, dan Prof. Ridwan Lubis.

Selamat untuk Doktor Yanti Mulia Roza. [ys]

Jurnal JAS-PT Terakreditasi Peringkat 5, Ketua Umum FDI: Ke Depan Bisa Meningkat

Sertifikat JAS-PT FDI terakreditasi peringkat 5

Jurnal Analisis Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia (JAS-PT) terbitan Forum Dosen Indonesia telah mendapatkan peringkat 5 dari Ristekdikti.

Sertifikat terakreditasi peringkat 5 tersebut ditandatangi oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Ristekdikti Dr. Muhammad Dimyati pada 11 November 2019.

Peringkat ini berlaku selama 5 tahun.

Ketua Umum DPP FDI Dr. Irmawati Sagala memberikan apresiasi kepada tim yang telah berusaha keras untuk penerbitan jurnal JAS-PT.

"Alhamdulillah, semoga ke depan bisa meningkat," harap Irma Sagala.

Berdasarkan SK FDI No. PP/A/SK/03/09/2018, Jurnal JAS-PT dipimpin oleh Irmawati Sagala, S.I.P., M.Si. (UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi) dan Sekretaris Redaksi Mumuh Mulyana, M.M., M.Si. (STIE Kesatuan).

Sedangkan anggota redaksinya masing-masing Dr. Doddy Irawan, S.T., M.Eng. (Universitas Muhammadiyah Pontianak), Dr. Rozi Fitriza, S.Pd., M.Pd. (IAIN Imam Bonjol Padang), Dr. W. Dyah Laksmi Wardhani, M.Pd. (Universitas Muhammadiyah Jember), Lena Hanifah, S.H., LLM (Universitas Lambung Mangkurat), dan Supriyono S.Pd. M.Pd. (Unihaz).

Adapun pengelola website JAS-PT adalah Rinda Cahyana, S.T., M.T. (STT Garut) dan Irfan A. Palaloi (Universitas Sulawesi Barat).

Selamat untuk Jurnal JAS-PT! [ys]

Studi Kesultanan Jambi, Irmawati Sagala Raih Doktor dari UIN Syarif Hidayatullah


Dr. Irmawati Sagala
Ketua Umum DPP Forum Dosen Indonesia Irmawati Sagala meraih gelar doktor dalam bidang ilmu agama dan politik pada Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan (13/1).

Irma menyelesaikan doktornya dengan disertasi berjudul "Islam dan Adat dalam Sistem Pemerintahan Jambi masa Kesultanan dan Kolonial pada tahun 1855-1945" di bawah promotor Prof. M. Atho Muzhar dan copromotor Prof. Iik Arifin Mansurnoor.

Hadir dalam promosi doktor tersebut Rektor UIN Jambi Prof. Su'aidi Asy'ari dan kolega dari FDI.

Sepuluh hari sebelumnya, pengurus FDI Bidang Pendidikan dan Pengajaran Dr. Yanti Mulia Roza dari IAIN Batusangkar juga menamatkan S3 dari UIN Syahid.

Dalam menulis disertasinya, Irma Sagala tidak hanya berkutat pada naskah primer di dalam negeri. Di sela-sela program doktor tersebut, perempuan penuh semangat tersebut juga melanjutkan studi master di Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS) Prancis.

Setahun menjelang kelulusannya, lulusan sarjana dari Universitas Andalas, Padang tersebut juga kembali ke Prancis, Belanda, dan beberapa negara Eropa lainnya untuk menuntaskan disertasinya.

Irma Sagala saat ujian terbuka

Suasana ujian promosi doktor Irmawati Sagala
Kegigihan Irma mengundang apresiasi dan inspirasi dari berbagai pihak. Hamli Syaifullah, pengajar Universitas Muhammadiyah Jakarta yang juga mahasiswa program doktor di kampus yang sama menulis di akun Facebooknya bahwa ia sangat termotivasi untuk mencari data dan menulis lebih serius.

Di FDI, Irma merupakan salah seorang founder lembaga ini. Di masa kepemimpinan Gatut Rubiono, ia menjabat sebagai Sekjen. Bahkan, di sela-sela menulis disertasi ia masih sempat mengajar Bahasa Prancis di FDI dengan penuh antusias.

Dua bulan menjelang promosi doktornya, Jurnal Analisis Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia (JAS-PT) yang diterbitkan oleh FDI mendapatkan sertifikat sebagai jurnal terakreditasi Sinta 5 yang ditandatangani oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan RISTEKDIKTI Dr. Muhammad Dimyati.

Tahniah untuk Doktor Irmawati Sagala! [ys]

Agenda ke Depan

Agenda ke Depan